Home » ? » Bahan Kimia Rumah Tangga

Bahan Kimia Rumah Tangga

Tuesday, December 17th 2013. | ?

Pembersih
1. Sabun
Sabun dibuat dari bahan-bahan alami, misalnya lemak hewan dan minyak tumbuhan. Sabun dibuat melalui suatu reaksi penyabunan (saponifikasi). Dalam reaksi ini lemak dan minyak mengalami reaksi dengan larutan natrium hidroksida atau kalium hidroksida sehingga menghasilkan sabun.
Pembuatan sabun secara modem telah ditambahkan bahan-bahan lain, misalnya krim, parfum, dan vitamin. Krim berfungsi untuk menghaluskan kulit. Parfum memberikan aroma wangi pada sabun. Vitamin berfungsi untuk meremajakan kulit. Kotoran yang menempel pada kulit atau pakaian biasanya mengandung lemak atau minyak. Karena tidak larut dalam air maka mencuci atau mandi dengan air saja tidak akan menghilangkan kotoran. Sabun mampu mengangkat kotoran pada kulit atau pakaian kita, kemudian melarutkannya pada air.

2. Detergen
Detergen pertamakali diproduksi sekitar tahun 1940. Detergen yang kita kenal saat ini biasanya berupa bubuk dan digunakan untuk mencuci pakaian yang kotor. Orang lebih senang mencuci pakaian dengan detergen daripada menggunakan sabun. Detergen mampu mengangkat kotoran yang melekat pada pakaian. Dalam detergen juga telah ditambahkan bahan pewangi agar pakaian yang dicuci menjadi lebih harum. Dalam detergen juga ditambahkan pula bahan tertentu sehingga kotoran yang sudah lepas tidak menempel kembali pada cucian.

3. Bahan Pembersih Lain
Seiring dengan perkembangan teknologi dan ditemukannya bahan-bahan kimia buatan, maka semakin banyak pula produk kimia yang dihasilkan. Diantaranya adalah bahan pembersih. Misalnya sampo, pasta gigi, pembersih lantai, pembersih kaca, pembersih barang yang terbuat dari kayu, dan pembersih untuk bahan vinly.

Pemutih
Pemutih yang paling banyak beredar di pasaran adalah jenis natrium hipoklorit. Natrium multifungsi. Selain sebagai pemutih, kedua senyawa ini dapat berfungsi sebagai penghilang noda dan desinfektan (sanitizer). Fungsi ganda NaOCI sebagai penghilang noda maupun desinfektan, dapat menjadi keunggulan ekonomis. Pemutih dapat ditemukan dalam dua wujud, yaitu padatdan cair. Pemutih padat (bubuk putih) adalah kalsium hipoklorit dengan rumus kimia Ca(OCI)2. Pada umumnya, masyarakat mengenal senyawa ini sebagai kaporit. Kaporit lazim dipakai untuk menyeterilkan hamakan air ledeng dan renang. Pemutih cair adalah natrium hipcklont (NaOCI). Bahan pemutih umumnya dibuat dari bahan-bahan seperti berikut ini: 1)Natrium Hipoklorit, NaOCI(12,5%), 2)Emal- 70, 3) Parfum. dan 4) Air. Pada umumnya, produk pemutih dipasaran mengandung NaOCI dengan konsentras 12%-13%. Mengapa tidak disediakan konsentrasi yang lebih tinggi? Ini semata-mata demi perombangan keselamatan dari teknis.

Pewangi
Parfum adalah hasil pencampuran berbagai macam fragrance (bahan pewangi) yang bersifat mudah menguap dengan bau tertentu. Bahan kimia pewangi sering ditambahkan pada berbagai produk seperti sabun, deterjen, sampo, pembersih kaca, cairan pencuci piring, dan cairan pelembut pakaian, serta dijual dalam bentuk pengharum badan maupun ruangan. Perusahaan umumnya tidak mau menuliskan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pewangi. Orang sering memberi istilah “rahasia perusahaan”. Bahan kimia yang dipakai sebagai pewangi biasanya tidak tunggal tetapi campuran dari beberapa bahan pewangi.
Parfum juga memiliki efek negatif. Di dalam parfum, selain etil alkohol sebagai pelarut sering ditambahkan zat-zat seperti: aseton, benzaldehida, benzil asetat, benzil alkohol, etil asetat, dll.
Zat-zat ini memiliki efek negatif bagi kesehatan. Aseton dapat menyebabkan kekeringan mulut dan tenggorokan, kerusakan pita suara, mengantuk, dan depresi. Benzaldehida memiliki efek narkotik dan iritasi pada kulit, mata, mulut, dan tenggorokan. Benzil asetat bersifat karsinogenik, cairannya dapat meresap ke dalam system tubuh melalui kulit, dan uapnya dapat mengiritasi mata. Benzil alkohol menyebabkan iritasi saluran pernapasan bagian atas dan penurunan tekanan darah. Etil asetat bersifat seperti narkotik, merusak hati, dan menyebabkan anemia.

Pembasmi hama
Bahan kimia jenis pestisida erat sekali dengan kehidupan para petani. Pestisida dipakai untuk memberantas hama tanaman sehingga tidak mengganggu hasil produksi pertanian. Pestisida meliputi semua jenis obat (zat/bahan kimia) pembasmi hama yang ditujukan untuk melindungi tanaman dari serangan serangga, jamur, bakteri, virus, tikus, bekicot, dan nematoda (cacing). Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran penggunaannya, yaitu:
a. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Beberapa jenis insektisida juga dipakai untuk memberantas sejumlah serangga pengganggu yang ada di rumah, perkantoran, atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh insektisida adalah basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, dan diazinon. Gambar 8.5 merupakan contoh produk insektisida untuk memberantas nyamuk.
b. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan. Sercak yang ada pada daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun disebabkan oleh serangan jamur. Beberapa contoh fungisida adalah tembaga oksiklorida, tembaga(l) oksida, karbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.
c. Bakterisida, yaitu pestisida urituk memberantas bakteri atau virus. Pada umumnya, tanaman yang sudah terserang bakteri sukar untuk disembuhkan. Oleh karena itu, bakterisida biasanya diberikan kepada tanaman yang masih sehat. Salah satu contoh dari bakterisida adalah tetramycin, sebagai pembunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk.
d. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus. Rodentisida dipakai dengan cara mencampurkannya dengan makanan kesukaan tikus. Dalam meletakkan umpan tersebut harus hati-hati, jangan sampai termakan oleh binatang lain. Contoh dari pestisida jenis ini adalah warangan.
e. Nematisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman jenis cacing (nematoda). Hama jenis cacing biasanya menyerang akar dan umbi tanaman. Oleh karena pestisida jenis ini dapat merusak tanaman maka pestisida ini harus sudah ditaburkan pada tanah tiga minggu sebelum musim tanam. Contoh dari pestisida jenis ini adalah DD, vapam, dan dazomet.
f. Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti aiang-alang, rerumputan, dan eceng gondok. Contoh dari herbisida adalah ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.

Advertisement
Bantu Kami dengan Menyebarkan Artikel ini :

Artikel yang mungkin Terkait "Bahan Kimia Rumah Tangga"

Comment For Bahan Kimia Rumah Tangga

Artikel Terbaru